Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Keamanan. Show all posts
Showing posts with label Keamanan. Show all posts

Monday, January 7, 2013

PEDAGANG DAN MAHASISWA TOLAK PENGGUSURAN KIOS STASIUN

Puluhan pedagang dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak penggusuran kios-kios di Stasiun Pondok Cina Depok, Jawa Barat.

"Saya bingung harus berdagang di mana lagi," keluh seorang pedagang koran, Fauzi, di Stasiun Pondok Cina, di sela-sela aksi unjuk rasa, di Depok, Kamis.

Dalam aksi tersebut mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan "Paguyuban Pedagang Tolak Penggusuran Kios-Kios Pedagang Stasiun Pondok Cina. Ayo Kita Berunding".

Para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa berasal dari Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), STT Nurul Fikri, Universitas Islam Negeri (UIN)

Fauzi mengatakan pihak PT KAI tidak memberikan solusi atas penggusuran tersebut. "Seharusnya ada relokasi ataupun pemberian pekerjaan lain," harap Fauzi yang telah berdagang selama 12 tahun.

Hal senada dikatakan oleh pedagang buku, Diana. Ia berharap pihak PT KAI memberikan solusi atas penggusuran kiosnya.

"Berilah kami solusi agar bisa mencari nafkah di tempat lainnya," katanya.

Ia mengakui sudah menerima surat edaran dari PT KAI agar segera mengosongkan dan menggusur kiosnya pada 28 Desember 2012 dan harus kosong pada 3 Januari 2013..

"Kami menolak digusur tanpa solusi," ujar Diana yang telah berjualan buku selama 12 tahun

Ia menjelaskan kontrak kios senilai RP4,6 juta per kios selama satu tahun tersebut masih berlaku hingga November 2013.

Menurut dia kios berupa bangunan buku tersebut telah dibeli seharga Rp50 juta pada 2010.

"Seharusnya ada ganti rugi sebagai solusi," harapnya.(ant)

Friday, January 4, 2013

POLRES BERAU FOKUS PEMBERANTASAN MINUMAN KERAS

Kapolres Berau, Kalimantan Timur, AKBP Mukti Juharsa, S.IK mengatakan pada tahun 2013 pihaknnya fokus pada pemberantasan dan penekanan peredaran minuman keras (miras).

"Berbagai informasi kejadian krimininal dan kecelakaan lalu lintas di Berau banyak yang bermula dari minuman haram itu," ucapnya di Tanjung Redeb, Jumat.

Untuk itu Kapolres Berau menekankan kepada seluruh jajarannya terutama satuan bawah di Polsek-Polsek untuk menjalankan instruksi pemberantasan Miras.

Masih ditemukan keberadaan Miras ditempat-tempat hiburan malam bahkan diwarung-warung pinggir jalan, menurutnya membuktikan masih perlunya komitmen kuat dari semua komponen masyarakat untuk ikut berperan dalam pemberantasan Miras.

"Kami berupaya menjadi pioneer dalam upaya tersebut, dengan harapan dukungan semua komponen masyarakat," ujarnya lagi.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, sekaligus sebagai jaminan bahwa tidak ada anggota polisi ayng ikut bermain atau menjadi pelindung bagi pengedar miras, Kapolres meminta siapa saja yang mengetahui adanya pelanggaran bagi anggotanya untuk melaporkan hal tersebut kepada dirinya.

Laporan itu akan diterima langsung oleh Kapolres melalui layanan public SMS center di nomor 081347629222.

"Jangan takut-takut untuk melaporkan bila ada oknum polisi yang melanggar, laporkan melalui SMS center itu identitas pelapor saya lindungi," ujar Kapolres.

Ditambahkan, dari pantauan Mukti sejauh ini, peredaran Miras masih cukup besar di Berau. Hal itu disebabkan terbukanya berbagai akses masuk mulai darat, air dan udara. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada pelaku-pelaku yang merasa aman sebab dilindungi oleh beberapa pihak yang dianggap mampu melindungi aksinya.(ant)

Monday, December 3, 2012

WARGA KELUHKAN HARIMAU MANGSA TERNAK KAMBING

Warga Desa Suban, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, selama sepekan terakhir mengeluhkan harimau Sumatra (Tigris Sumatrae) karena memangsa ternak kambing mereka.

"Hingga saat ini sudah beberapa ekor kambing warga dimangsa raja hutan itu, sedangkan harimau itu masih berkeliaran di sekitar kampung," kata seorang warga Suban Samsul ketika dihubungi dari Bengkulu, Senin.

Masyarakat setempat tidak bisa bekerja di sawah atau kebun seperti hari biasa karena takut dengan harimau yang masih berkeliaran di sekitar desa setempat.

"Kami sangat cemas Pak, dan tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti ke kebun dan ke sawah karena takut keperegok harimau tersebut," katanya.

Ia mengatakan harimau itu memangsa kambing pada malam hari. Selain itu, harimau juga memangsa anjing peliharaan warga.

Warga mengkhawatirkan harimau itu memangsa manusia seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

"Kami mengharapkan bantuan pemerintah dan pihak terkait untuk mengusir dan menangkap harimau tersebut," katanya.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Seluma Jaja mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan laporan warga tersebut.

Desa Suban, katanya, cukup dekat dengan kawasan hutan, sedangkan habitat harimau itu sudah terganggu akibat perambahan.

Ia mengatakan harimau kesulitan mencari makan di hutan sehingga turun ke desa-desa.

"Kami mengimbau warga daerah itu selalu waspada, terutama menjalankan aktifitas sehari-harinya, sedangkan tim berupaya mengusir dan menangkap harimau tersebut," katanya.(ant)

Saturday, December 1, 2012

PANGDAM KERAHKAN PERSONEL AMANKAN PORTO - HARIA

Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI.Ek Wiratmoko mengerahkan personel mengamankan ketegangan antarwarga desa Porto - Haria, pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, menyusul bentrokan sejak Rabu (28/11) siang yang menewaskan tiga orang dan sejumlah lainnya terluka.

"Sedikitnya 90 personel telah berada di perbatasan Porto - Haria untuk mendukung Polisi mengendalikan ketegangan yang sebenarnya mengakibatkan penderitaan berkepanjangan warga dua desa bertetangga tersebut," katanya, di Ambon, Sabtu.

Personel TNI-AD bertugas mendukung Polisi mengendalikan ketegangan dan bila dipandang perlu bisa melakukan penyisiran terhadap penggunaan senjata api dicurigai rakitan.

"Masyarakat kedua desa diidentifikasi masih menggunakan senjata api rakitan saat ketegangan sehingga korban yang meninggal teridentifikasi karena luka tembak," ujarnya.

Pangdam menegaskan, menghentikan ketegangan kedua warga tersebut tergantung kesadaran mereka untuk tidak lagi bentrok karena kenyataan hanya susah dialami selama ini.

"Kami (aparat keamanan) hanya bisa mengendalikan, namun tidak lagi bentrok itu berpulang kepada kesadaran warga Porto - Haria yang hidup satu dengan lain bagaikan musuh bebuyutan sehingga mudah terprovokasi," katanya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae mengatakan, personel polisi dengan dukungan TNI- AD telah mengendalikan ketegangan di sana.

"Personel polisi dengan bantuan TNI-AD yang di Bawah Kendali Operasi (BKO) telah mengendalikan stabilitas keamanan di sana, menyusul peristiwa awalnya 15 Agustus 2011" ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat desa Porto - Haria yang sebenarnya memiliki jalinan persaudaraan, apalagi terjadi perkawinan antarwarganya agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi untuk saling menyerang.

"Kami memahami emosional warga yang telah kehilangan sanak keluarga maupun terluka, namun kenyataan dari pertikaian hanyalah meninggalkan penderitaan berkepanjangan dan berdampak terhadap masyarakat di desa lainnya," kata Huwae.

Ketegangan antarwarga desa Porto - Haria dipicu perkelahian para siswa SMA Negeri 1 maupun SMK Negeri 1 Saparua asal dua desa tersebut.

Sayangnya menyulut emosional warga kedua desa sehingga Johny Takaria (40), Agustinus Komul (60) dan menantunya Polly Kaya (40) tewas terkena peluru tajam yang disesalkan sanak keluarga mengingat tinggal menghitung hari umat Kristen merayakan Natal.(ant)